Tag Archives: kangen

#44.. Selamat Ulang Tahun….!!!

3 Des

Entah mungkim emamg ikatan batin ya… abis subuh pengeeeen sekali ( suer…!) buka blog di laptop. Setelah intip papa Yara masih mimpi meluk guling, disinilah saya, didepan terpampamg ungkapan annyversary dari wordpress

Haaa…. setahun berjalan tak terasa…!!

Apa yang udah saya tulis dan bagikan pada teman-teman dan dunia..?

Dengan pipi merah ūüė≥ karena malu plus nutup wajah dengan kedua telapak tangan saya mohon maaf…betapa seupilnya ( maaf..) dan dangkalnya tulisan saya.. sekali lagi maaf, buat semua yang pernah singgah di rumah yara apalagi bagi 67 orang yang telah berrendah hati menjadi follower rumahyara saya / kami menghaturkan terima kasih yang berjuta.. sungguh.. semua amat berarti bagi saya.

Kedepan.. semoga blog ini lebih baik, lebih mengiinspirasi, lebih berbobot, dan lebih..lebih… ( banyak maunya…).

Moga keinginan saya untuk hidup lebih lama dari umur saya lewat tulisan terwujud… AAmiinnnn….

Ibarat bocah kecil yang berjalan tertatih, satu tahun adalah saatnya untuk melangkah lebih kuat..

SELAMAT ULANG TAHUN PERTAMA RUMAHYARA…!!!
Be BETTER…!!

Iklan

#30.. Dari Masa Lalu

11 Apr

4:15 pagi.

Dering HP mebangunkanku dari lelap yang baru sejenak,

“Ya..” tanpa melihat nomor yang masuk.

“Ini Nana ya”

” Betul.. ” Sejenak melirik nomor yang tak dikenal di layar

” Dinda Gerhana ? ”

” Iya.. ini siapa ?? ”

Klik.

Sialan. Siapa sih iseng banget. Ada keinginan buat nelpon balik. Sekedar memaki. Tapi sayang pulsa, paling juga dia sadar kalau sekarang masih terlalu pagi buat membangunkan orang. Lagian rugi, marah-marah hanya akan merusak hari.

Setengah menggerutu aku bangkit, melirik sesosok tubuh yang nyenyak dibuai mimpi. Baru 30 menit lalu dia pulang. Mabuk.

Tak ada salahnya memulai hari lebih awal jadi cucian lebih cepat kering.

***

Yang 150 atau 400 ratus ya. Duitnya sih cukup buat yang 400 tapi nanti buat lauk makan malam gimana ? Kalau beli yang 150 hanya bisa tahan dua hari. Arya memang kuat minum susu. Dering hp memecah kebimbangan..

” Lagi dimana ? ”

” Di Lotus… ini siapa sih ” Nomor yang masuk subuh tadi kembali tertulis di layar.

” OK.. tunggu di sana, 20 menit lagi aku sampai ”

Klik

Sialan yang kedua di hari ini. Tanda tanya dan rasa penasaran membuatku tetap bertahan di mini market ini, walau wajah polos Arya yang menunggu di rumah terbayang. Sambil mengitari rak demi rak, otakku berpacu menggali segala memori untuk mengingat suara yang masuk di hp tadi. Seorang teman lama ? Siapa ? Nana. Hanya keluarga dekat yang memanggilku begitu. Teman-teman lebih sering memanggilku Dinda. Jadi siapa ? Kali ini rasa penasaran lebih dominan dari rasa kesal, dan detik yang berubah ke menit makin membuat jantungku berdegup. Tanda tanya akan terjawab, walau aku tak tahu apa yang akan ku perbuat.

Adegan selanjutnya seperti kilas bayang yang tak terurai dengan cermat. Otakku tak mampu mencerna kenyataan.

Seorang laki-laki.
Kemeja putih rapi, jas di lengan.
Gagah.
Senyum canggung.
Hai.
Ternganga.

Aku merasa tanganku ditarik, dan kami duduk berhadapan di kafe sebelah mini market.

15 tahun, aku masih SMU, pergi kuliah, janji kembali, papa tidak setuju, mencari…Potongan-potongan kata mengambang diantara genggaman tangan dan bias air di pelupuk mata. Mataku dan matanya.

Hingga taksi membawanya pergi kesadaran itu tak jua penuh kumiliki. Kutatap langit saat sebuah pesawat melintas. Kukepalkan jemari dan sesuatu yang tipis dan keras terselip ditelapak tanganku.

“PIN-nya tanggal lahirmu. Aku menyimpannya sejak gaji pertama. Aku akan kembali dan membawamu pergi ”

Aku tersedu dalam isak tertahan. Berbisik lirih ” Darma….”

366 kata

#28.. Manusia dan Sang Penguasa

7 Apr

pray

Hanya coretan kecil hati yang bergemuruh

Tulisan ini terinspirasi dari ~Ra .

Setelah tak lagi memiliki orang tua, saya baru sadar saya tak akan lagi punya tempat mengadu. Hampir tiga bulan setelah kepergian mama, airmata adalah teman setiap saat. Dalam setiap hal yang dilakukan, bahkan saat makan siang bersama teman-teman kantor pun bisa menetes tak bisa ditahan. Kadang merasa malu sendiri tapi syukurlah teman-teman mengerti.

Saya bukan tipe orang yang bisa mengekspresikan perasaan dengan terbuka, dan mempercayai orang untuk mencurahkan isi hati adalah hal yang sulit. Hingga seringkali hati ini terasa penuh sesak dengan segala hal namun tak pernah bisa dilampiaskan.. dilepaskan .

Jalan satu-satunya hanyalah shalat..

Saat bersujud adalah saat terindah bagi saya. Saya membayangkan berada di depan pintu, memohon dengan mulut terkunci, karena saya tahu Sang Penguasa telah mengerti tiap tetes air mata yang tumpah.. saya tak perlu tinta untuk menuliskan.. saya tak perlu kuas untuk melukiskan … saya tak perlu aksara tuk menyampaikan.. saya tak bisa merangkai kata.. saya mengadu dalam diam…

Hati bicara dalam kesunyian dan DIA mendengarkan…

Setelah itu… semua terasa lepas dan bebas..

Dan saya bisa melipat mukena dengan senyum baru yang damai dan berbisik….” Saya siap dunia… ”

*gambar diambil dari sini

#12 Saturday Night Fever : Yang Terdalam

26 Jan

mengenang jejak jejak hati, menggores selaksa asa, rahasia sanubari nan menepi, diam, termangu, dalam sepi, dan mulut terkunci….

Kulepas semua yang ku inginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau kusayangi
Dan bila kumenanti

Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti

Takkan lelah aku menanti
Takkan hilang cintaku ini
Hingga saat kau tlah kembali
Kan kukenang di hati saja

Kau telah tinggalkan
Hati yang terdalam
Hingga tiada cinta
Yang tersisa di jiwa

Terima kasih buat¬†¬† Ariel yang udah menggubah lagu ini…. daleeemmm banget…!! ( setelah semua yang terjadi….”be a good man, be a good father” )

Terima kasih buat Peterpan ( sekarang NOAH ) yang udah merelease… You ‘re Rock Guys..!!!

PS : Mulai minggu ini saya bakalan posting lagu-lagu yang¬† lekat dimemori, karena galau nggak pernah diapelin lagi¬† ūüė≥¬† ( Yaaa.. kan udah serumah..¬† ūüėÜ )

# 08 The Saddest Word

11 Jan

Apa yang paling dirindukan saat malam, mata tak bisa terpejam ..?

Apa yang membuat air mata meleleh saat terjaga dini hari dan kesepian datang tanpa permisi..?

Lagi pengen nangis, sambil diiringi lagu ini…. boleh kan ? Hanya ingin mengurangi sedikit sesak atas rindu yang tak bisa terjawab

Udah sedikit lega… # tarik nafas panjang … senyum lagi¬†¬† ūüôā¬† Life must go on…

Terima kasih buat Celine ( sok akrab.. ūüôā ) yang udah menyanyikan lagu ini dengan sangat indahnya… Terima kasih buat Robert John “Mutt” Lange yang udah menuliskannya dengan sangat menyentuh ( berasa ” gue banget gitu ”¬† # pletak…)

PS¬† : Postingan ini tidak akan terlaksana tanpa…¬† # halah resmi amat…

ulangi

PS : Postingan ini atas kerjasama berbagai pihak… # halah.. norak…

ulangi

PS¬†¬† :¬† Terima kasih Mbak ELY ¬† atas bantuannya….!!!!¬† ūüôā¬† ūüôā