Tag Archives: teman

#42.. Wiepie… Maafkan Aku Berselingkuh Dengan Temanmu Fiebie…

29 Sep

Semua ini gara-gara sms dari seorang kakak kos ” woooiii diiiaaakkk… kama se…lah panek urg mancari.. bueklah fb ciek..dst…” (terjemahin nggak ya… :mrgreen: )

Jadi singkat cerita dengan pertolongan dan kursus singkat dari Bang Yaumil, jadilah sebuah akun, dan dimulailah perjalanan “add n confirmed ” atau “permintaan pertemanan n konfirmasi ” bertubi-tubi dari hari kehari dalam satu bulan lebih ini #hhhaahh…kepanjangan kalimatnya..

Hasilnya..? berpuluh teman lama nongol dan beberapa teman yang terlupa ( maafkan saya…) ikut gabung dan beberapa teman yg saya yakin tidak pernah kenal minta pertemanan… 😛

Jadi..?

Ya begitulah… Wiepie ku telantar ( selain gara-gara mati lampu bergiliran yang bikin mood menguap … 😦 ) dan Fiebie menemani hari-hariku yang baru..

Tapiiii… tetap aja kekasih lama tak terlupakan… ada lubang dalam hati yang tak terisi… karena fiebie menurutku bukan teman curhat yang baik karena dia bukan milikku sendiri.. :mrgreen:

Kesimpulannya…?

Aku tetap merindukan Wiepie.. Dimana aku bisa berbagi apa adanya, nggak perlu jaga citra, nggak perlu pamer-pamer *ini bukannya karena memang nggak ada yang bisa dipamerin ?, nggak perlu ngomong basa yang bikin basi..

Maaf… ini kesimpulan saya yang bego aja… 😉

Kesimpulan Papa Yara malah lebih sadis saat saya ngajak dia bikin akun juga ” Ntar..kalau kita udah umroh atau naik haji, punya mobil dan rumah bagus, jalan-jalan keluar negeri, operasi plastik…. ”

BBBBBHUUAAAHAHAHAHAHA…KAAACCCIIIAANNN… 😆 😆

Iklan

#30.. Dari Masa Lalu

11 Apr

4:15 pagi.

Dering HP mebangunkanku dari lelap yang baru sejenak,

“Ya..” tanpa melihat nomor yang masuk.

“Ini Nana ya”

” Betul.. ” Sejenak melirik nomor yang tak dikenal di layar

” Dinda Gerhana ? ”

” Iya.. ini siapa ?? ”

Klik.

Sialan. Siapa sih iseng banget. Ada keinginan buat nelpon balik. Sekedar memaki. Tapi sayang pulsa, paling juga dia sadar kalau sekarang masih terlalu pagi buat membangunkan orang. Lagian rugi, marah-marah hanya akan merusak hari.

Setengah menggerutu aku bangkit, melirik sesosok tubuh yang nyenyak dibuai mimpi. Baru 30 menit lalu dia pulang. Mabuk.

Tak ada salahnya memulai hari lebih awal jadi cucian lebih cepat kering.

***

Yang 150 atau 400 ratus ya. Duitnya sih cukup buat yang 400 tapi nanti buat lauk makan malam gimana ? Kalau beli yang 150 hanya bisa tahan dua hari. Arya memang kuat minum susu. Dering hp memecah kebimbangan..

” Lagi dimana ? ”

” Di Lotus… ini siapa sih ” Nomor yang masuk subuh tadi kembali tertulis di layar.

” OK.. tunggu di sana, 20 menit lagi aku sampai ”

Klik

Sialan yang kedua di hari ini. Tanda tanya dan rasa penasaran membuatku tetap bertahan di mini market ini, walau wajah polos Arya yang menunggu di rumah terbayang. Sambil mengitari rak demi rak, otakku berpacu menggali segala memori untuk mengingat suara yang masuk di hp tadi. Seorang teman lama ? Siapa ? Nana. Hanya keluarga dekat yang memanggilku begitu. Teman-teman lebih sering memanggilku Dinda. Jadi siapa ? Kali ini rasa penasaran lebih dominan dari rasa kesal, dan detik yang berubah ke menit makin membuat jantungku berdegup. Tanda tanya akan terjawab, walau aku tak tahu apa yang akan ku perbuat.

Adegan selanjutnya seperti kilas bayang yang tak terurai dengan cermat. Otakku tak mampu mencerna kenyataan.

Seorang laki-laki.
Kemeja putih rapi, jas di lengan.
Gagah.
Senyum canggung.
Hai.
Ternganga.

Aku merasa tanganku ditarik, dan kami duduk berhadapan di kafe sebelah mini market.

15 tahun, aku masih SMU, pergi kuliah, janji kembali, papa tidak setuju, mencari…Potongan-potongan kata mengambang diantara genggaman tangan dan bias air di pelupuk mata. Mataku dan matanya.

Hingga taksi membawanya pergi kesadaran itu tak jua penuh kumiliki. Kutatap langit saat sebuah pesawat melintas. Kukepalkan jemari dan sesuatu yang tipis dan keras terselip ditelapak tanganku.

“PIN-nya tanggal lahirmu. Aku menyimpannya sejak gaji pertama. Aku akan kembali dan membawamu pergi ”

Aku tersedu dalam isak tertahan. Berbisik lirih ” Darma….”

366 kata

#28.. Manusia dan Sang Penguasa

7 Apr

pray

Hanya coretan kecil hati yang bergemuruh

Tulisan ini terinspirasi dari ~Ra .

Setelah tak lagi memiliki orang tua, saya baru sadar saya tak akan lagi punya tempat mengadu. Hampir tiga bulan setelah kepergian mama, airmata adalah teman setiap saat. Dalam setiap hal yang dilakukan, bahkan saat makan siang bersama teman-teman kantor pun bisa menetes tak bisa ditahan. Kadang merasa malu sendiri tapi syukurlah teman-teman mengerti.

Saya bukan tipe orang yang bisa mengekspresikan perasaan dengan terbuka, dan mempercayai orang untuk mencurahkan isi hati adalah hal yang sulit. Hingga seringkali hati ini terasa penuh sesak dengan segala hal namun tak pernah bisa dilampiaskan.. dilepaskan .

Jalan satu-satunya hanyalah shalat..

Saat bersujud adalah saat terindah bagi saya. Saya membayangkan berada di depan pintu, memohon dengan mulut terkunci, karena saya tahu Sang Penguasa telah mengerti tiap tetes air mata yang tumpah.. saya tak perlu tinta untuk menuliskan.. saya tak perlu kuas untuk melukiskan … saya tak perlu aksara tuk menyampaikan.. saya tak bisa merangkai kata.. saya mengadu dalam diam…

Hati bicara dalam kesunyian dan DIA mendengarkan…

Setelah itu… semua terasa lepas dan bebas..

Dan saya bisa melipat mukena dengan senyum baru yang damai dan berbisik….” Saya siap dunia… ”

*gambar diambil dari sini

#27.. Teman Maya

24 Mar

Bukan mau menceritakan tentang teman-teman Maya ponakan saya di dunia maya atau teman-teman saya yang nggak kenal Maya atau teman saya yang kenal Maya didunia maya atau nyata, tapi mau cerita tentang teman di dunia maya.. jadi ada berapa kata maya ya… eh bingung ya…?
samaaa… maaf penyakit gila no 05 saya lagi kumat ha..ha…#niru Andrea Hirata

Gara-gara saya diijinkan numpang keren di blognya mbak ely dan jawab (wajib.. 🙂 ) semua komentar yang masuk banyak banget teman baru yang saya dapat.. Ya bagi saya kalau udah berbalas sapa apalagi ngobrol panjang lebar itu udah teman.. soo simple …sesederhana itu.

Dan saya berkesimpulan teman di dunia maya itu kok rasanya lebih tulus ya.. dibanding dunia nyata.
Soalnya tanpa tendensi atau kepentingan apapun kita bisa saling bertukar kata, berbagi pikiran, sharing pengalaman, saling mengingat kenangan, berceloteh dan bercanda.. pokoknya bebas dalam batas saling menghargai dan menghormati.

Bandingkan dengan di dunia nyata,

pertama bertemu kita harus kasih salam dulu.. nggak bisa langsung nyerocos..

kedua perkenalkan diri.. sebut nama… nggak bisa langsung tanya-tanya…

ketiga minta ijin untuk ikut dalam percakapan atau topik yang dibahas… nggak bisa langsung ngasih komentar …

keempat liat-liat dulu siapa senior disana.. kudu kasih hormat.. nggak bisa langsung unjuk gigi..

kelima nyimak dulu … nggak bisa langsung hajar bleh..

keenam kalau tampangnya agak wahh.. kita ( saya aja kalee.. ) langsung nilai penampilan sendiri.. 🙂

ketujuh..hmmm..ah ribet… ada yang mau ngasih masukan…? #kehabisan ide ha..ha…

kalau di dunia maya…??

Kita bisa berteman tanpa tau umur, tanpa tau penampilan (sebagian.. sih ), tanpa tau kerjaan, tanpa tau jabatan, tanpa tau kekayaan, tanpa tau cakep atau jelek, tanpa tau keadaan fisik cacat atau nggak, tanpa tau tingkat pendidikan, tanpa tau suku, agama, ras, daerah asal, domisili dimana, tanpa tau sifat atau prinsipnya gimana cocok nggak dengan kita, tanpa tau….

Semua murni untuk berteman….!!

Tapi tetap hati-hati ya..kalau udah minta yang macem-macem… W A S P A D A !!!

Jangan sampai kejadian dulu terulang lagi… OK..!!! 😉

So, Mari jadikan dunia maya dunia yang nyaman untuk bertualang, berekspresi, dan berbagi… 😛

HAPPY MONDAY EVERYBODY.. Semoga minggu ini lebih baik dari minggu kemaren ya…

#16.. Saturday Night Fever : Trouble is A Friend…

9 Feb

Hmmm.. minggu yang berat, berat dan berat.. berat lagi… #nariknafaspanjaaannggg…
Kasih lagu aja biar tenang..
Masalah … Lu… Gue …. Friend…!!! OK ?

Trouble will find you
No matter where you go
Oh, oh
No matter if you’re fast
No matter if you’re slow
Oh, oh
The eye of the storm
wanna cry in the morn
Oh, oh
You’re fine for a while
But you start
To lose control

He’s there in the dark
He’s there in my heart
He waits in the wings
he’s gotta play a part
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
Ahh

Trouble is a friend
But trouble is a foe
Oh, oh
And no matter
What I feed him
He always seems to grow
Oh, oh
He sees what I see
And he knows
What I know
Oh, oh
So don’t forget
As you ease
On down my road

Yeah
Trouble
Is a friend of mine
So don’t be alarmed
If he takes you
By the arm
I won’t let him win
But I’m a sucker for his charm
For his charm
Trouble is a friend
Yeah
Trouble
Is a friend of mine
Ahh

How I hate the way
He makes me feel
And how I try
To make him leave
I try
Oh, oh, I try

Trims Lenka Kripac yang udah nyanyiin lagu ini.. menjadikan saya bersahabat dengan masalah… nggak lagi musuhan..
Terima kasih buat Thomas Salter dan Lenka yang udah menciptakan lagu ini…
Thanks buat yang udah mau dengerin.. nggak :”Masalah buat Lu..?!!! ” kan.. ?